Minggu, 25 April 2021

PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

 NAMA           : REFTIANI WULANDARI. W

NIM                : A1D118081

KELAS          : R-003

Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)

 


1.      Definisi P3K

Pertolongan pertama adalah perawatan yang diberikan segera pada orang yang cedera atau mendadak sakit. Pertolongan pertama tidak menggantikan perawatan medis yang tepat. Pertolongan pertama hanya memberi bantuan sementara sampai mendapatkan perawatan medis yang kompeten. Jika perlu, atau sampai kesempatan pulih tanpa perawatan medis terpenuhi (Alton Thygerson, 2011). Sedangkan Shinta Margareta mengatakan (Buku Cerdas P3K: 101 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, 2012), “pertolongan pertama merupakan tindakan pertama terhadap seseorang yang mengalami penderitaan atau kecelakaan. Tindakan ini dilakukan sebelum orang yang mengalami sakit atau derita dibawa ke dokter”. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa pertolongan pertama pada kecelakaan adalah suatu bentuk pertolongan sementara terhadap korban yang dilakukan secepat dan setepat mungkin sebelum mendapatkan pertolongan dari dokter agar korban tidak menjadi lebih parah.

2.      Tujuan P3K

Menurut Tito Sucipto (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, 2009), tujuan dari P3K adalah:

1)      Mencegah bahaya maut

2)      Mencegah pendarahan yang lebih banyak

3)      Mencegah bahaya terhadap jasmani dan rohani

4)      Mencegah infeksi

5)      Mengurangi rasa sakit

6)      Mempercepat penyembuhan

3.      Prinsip Dasar P3K

Menurut Shinta Margareta (Buku Cerdas P3K: 101 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, 2012), ada beberapa prinsip yang harus diketahui oleh orang yang menolong korban kecelakaan apapun, yaitu:

1)        Anda tidak boleh menjadi korban berikutnya ketika membantu korban. Hal ini bisa terjadi ketika anda kurang hati-hati dalam menolong orang/korban. Anda perlu memperhatikan keadaan tempat kejadian disekitarnya.

2)        Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efisien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah sumber daya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota. Buat catatan mengenai peristiwa yang terjadi, misalnya tempat kejadian, identitas korban, waktu dan apa yang anda lakukan pada saat menolong korban. Hal ini sangat penting ketika anda membawa korban ke pihak rumah sakit atau pihak yang berwenang.

a.   P3K bagi pasien yang berhenti bernafas



Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban. Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :

Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas

- Rahang ditarik sampai mulut terbuka

- Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.

ü  Tiup ke mulut/hidung korban, kepada :

ü  Orang dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.

ü  Anak-anak ditiupkan 20 kali tiap menit

b.   P3K bagi korban Sengatan Listrik

Penolong hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan kering. Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban. Setelah kontak dengan aliran listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan medis datang

c.   P3K bagi pasien yang menderita pendarahan parah


Luka hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti. Untuk menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa steril, saputangan  bersih lainnya, handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika. Kalau tidak tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya daripada resiko infeksi.

Luka yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak. Pada semua kasus pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.

d.   Pertolongan Pertama Mengurangi Shok

Setiap kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.

Tanda-tanda Shok

ü  1. Denyut nadi cepat tapi lemah

ü  2. Merasa lemas

ü  3. Muka pucat

ü  4. Kulit dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien menggigil

ü  5. Merasa haus

ü  6. Merasa mual

ü  7. Nafas tidak teratur

ü  8. Tekanan darah sangat rendah

ü  Pertolongan Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :

ü Menghentikan pendarahan

ü  - Meniadakan hambatan-hambatan pada saluran nafas

ü  - Memberi nafas buatan

ü  - Menyelimuti dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan

Langkah – langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :

1.      1. Baringan korban dengan posisi kepala sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran darah ke jantung dan otak. Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan 30-45 cm di atas posisi kepala.

2.      2. Selimuti pasien dan hindarkan dari lantai serta udara dingin

3.      3. Usahakan pasien tidak melihat lukanya

Pasien/penderita yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi larutan shok yang terdiri dari :

1.      1 sendok teh garam dapur

2.      ½ sendok teh tepung soda kue

3.      4-5 gelas air

4.      dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi kental/teh

5.      perlakukan pasien dengan lemah lembut, sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada shok yang lebih parah.

6.      Cepat-cepat panggil dokter

e.   P3K patah tulang

Tanda-tanda patah tulang

ü  1. Penderita tidak dapat menggerakkan bagian yang luka

ü  2. Bentuk bagian yang terkena tampak tidak normal

ü  3. Ada rasa nyeri kalau digerakkan

ü  4. Kulit tidak terasa kalau disentuh

ü  5. Pembengkakkan dan warna biru di sekitar kulit yang luka

ü  6. Pedoman umum pertolongan pertama terhadap patah tulang

ü  Pada umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans datang.

ü  Kalau korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan sumbu panjang badan

Kemudian lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :

Ø  hentikan pendarahan serius yang terjadi

Ø  usahakan korban terhindar dari hambatan pernapasan

Ø  upayakan lalu lintas udara tetap lancer

Ø  jika diperlukan buatlah nafas buatan

Ø  jangan meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk menjaga agar leher tidak bergerak

Ø  Kalau bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba memperbaiki letak tulang.

Ø  Pasanglah selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.

Macam-macam patah tulang dan pertolongan pertamanya

·         Patah lengan bawah Pergelangan Tangan

·         Letakkan perlahan-lahan lengan bawah tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas, sedang telapak tangan rata di dada

·         Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang lain untuk membelat bagian luar

·         Usahakan pembelat merentang dari siku sampai ke punggung jemari

·         Aturlah gendongan tangan ke leher sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku

·         Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)

·         Letakkan tangan perlahan-lahan ke samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin

·         Letakkan lengan bawah di dada dengan telapak tangan menempel perut

·         Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di atas dan di bawah bagian yang patah

·         Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada dan belatan (bidai)

·         Patah Tulang Lengan Bawah

·         Letakkan pembelat (bidai) berlapis di bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.

·         Patah Tulang di paha

·         Patah tulang di paha sangat berbahaya, tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter

·         Luruskan tungkai dan tarik ke posisi normal

·         Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar

·         Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm yang dilapisi dengan kain empuk

·         Panjang pembelat untuk bagian luar harus merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.

f.       Pembalut dan Pembalutan

Macam-macam pembalut :

1.        - Pembalut kasa gulung

2.      - Pembalut kasa perekat

3.      - Pembalut penekan

4.      - Kasa penekan steril (beraneka ukuran)

5.      - Gulungan kapas

6.     -  Pembalut segi tiga (mitella)

7.      - Pembalutan

8.      - Pembalutan segitiga pada kepala, kening

9.      - Pembalutan segitiga untuk ujung tangan atau kaki

10  - Pembungkus segitiga untuk membuat gendungan tangan

11   - Membalut telapak tangan dengan pembalut dasi

12   - Pembalutan spiral pada tangan

13   - Pembalutan dengan perban membentuk angka 8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.

14   - Budaya Hidup Sehat

Dalam kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki budaya hidup sehat, dengan jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :

·   Selalu menjaga kebersihan badan, misalnya pemeliharaan kuku, tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi, dsb.

·   Menjaga dan menciptakan kesegaran jasmani dan kesehatan badan, dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam pagi, jogging, melatih pernapasan, minum air putih, dsb.

·    Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan ketangkasan jasmani dengan berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang laying, dsb.

·         Menjaga kebesihan makanan dan minuman, serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi.

·         Selalu menciptakan kebersihan rumah dan peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah

·         Memahami berbagai macam penyakit dan penanggulangannya.

Senin, 12 April 2021

MACAM-MACAM SANDI

 

NAMA                   : REFTIANI WULANDARI. W

NIM                       : A1D118081

KELAS                  : R-03

MATA KULIAH   : KEPRAMUKAAN

 




MACAM-MACAM SANDI 


 (Buku Saku Pramuka, 2009) Huruf Sandi adalah huruf rahasia. Jadi, huruf sandi itu, sukar dimengerti atau dipecahkan oleh orang yang belum pernah mempelajarinya. Huruf sandi ada beberapa macam, dan tiap sandi ada kuncinya tersendiri untuk membuat dan membacanya atau menterjemahkannya.

Sandi adalah sebuah kata dalam bahasa sansekerta yang artinya adalah rahasia atau menyembunyikan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia kata persandian yang berasal dari kata dasar sandi adalah rahasia atau kode; definisi sinonimnya dalam bahasa Inggris cryptography, yang berarti pengetahuan, studi atau seni tentang tulisan rahasia Raiman, (1999).

Sandi atau huruf rahasia adalah salah satu materi kepramukaan tentang cara membaca suatu berita dengan menggunakan kode-kode penulisan tertentu. Dan Sandi Ambalan yaitu karangan atau ungkapan bebas berisi kode kehormatan dan gambaran pernyataan kata hati para pramuka penegak atau pandega di ambalan/ racana.Cipta, rasa, karsa dan cita-cita terasa bermakna bagi para anggotanya, maka dengan adanya sandi ambalan/ racana dapat menunjukan sikap positif dan kreatif dalam kehidupan sehari – hari bagi ambalan/ racana tersebut.

 

1.    SANDI  AZ

 



Sandi AZ, masih termasuk sandi dasar dalam kegiatan kepramukaan. 'A=Z' adalah kata kunci dalam sandi ini. cara membuatnya adalah, pertama, tulis hurf A sampai dengan huruf M, dengan spasi yang cukup lebar. Kedua, dibawah setiap huruf dari A sampai M ditulis huruf Z sampai dengan huruf N, tulis setiap huruf persis dibawah huruf yang berada di atasnya sesuai urutan.

Untuk membuat atau memecahkan sandi, ganti setiap huruf dalam sebuah kata dengan huruf yang berada di atas huruf aslinya, begitu pula sebaliknya. Jika huruf aslinya ada di atas, cari penggantinya di bawah. Dan jika huruf aslinya di bawah, cari penggantinya di bawah. Tanda baca ataupun angka, tidak berubah.

Contoh : KIZNFPZ

Artinya : PRAMUKA

 

2.    SANDI ULAR

Sandi ini tanpa kunci, tetapi kelompok-kelompok huruf yang jumlahnya sama sudah merupakan kunci. Tinggal menyusun kebawah dari kiri kekanan berturut-turut, lalu dibaca berkelok-kelok.

Contoh :

Kita akan membuat instruksi

“ KUMPULKAN BAHAN OBAT-OBATAN TRADISIONAL”

Cara membuatnya:

Huruf-huruf pada instruksi jumlahnya ada 35 huruf, supaya dapat dibagi tiga harus ditambah satu huruf (tidak mutlak harus dibagi A misalnya) maka tambahan huruf itu kita tulis dengan X (artinya huruf X tidak dibaca) 36 dibagi 3=12. Sekarang kita tulis masing-masing baris 12 huruf



 

3.   SANDI KOORDINAT

Sandi koordinat disebut juga sebagai “sandi gudep sedia”, karena sering menggunakan kata-kata GUDEP SEDIA sebagai kata kuncinya. Akan tetapi juga dapat digunakan kata-kata lain seperti RUMAH BESAR, PANDU CERIA, dan kata lain yang terdiri dari 10 huruf dengan 5 huruf di masing-masing kata. Caranya dengan membuat kotak terlebih dahulu dengan kolom dan baris masing-masing 6 kotak lalu tulis kata GUDEP SEDIA di bagian atas dan samping kiri dan alfabet A sampai Y di kotak lainnya seperti gambar di bawah ini:



 

Pada gambar tersebut dapat kita lihat koordinat-koordinatnya, huruf A akan diwakili dengan SG (baris S kolom G), huruf S diwakili dengan IE (baris I kolom E), dan seterusnya. Contoh: GUDEP akan ditulis EU.AG.SE.SP.IG.


4. SANDI MORSE

Merupakan salah satu cara yang cukup populer di sekitar abad ke-19 karena digunakan sebagai media komunikasi yang dikirim melalui telegraf. Sandi morse ditemukan oleh Samuel F. B. Morse dan Alfred Vail pada tahun 1835. Dalam sandi ini, setiap huruf dan angka diganti dengan titik dan garis yang berbeda-beda. Pada zaman dulu, kode morse disampaikan menggunakan alat khusus dan dikirim dengan teknologi radio CW. Sandi morse merupakan suatu sandi yang menerapkan sebuah sistem representasi huruf dan angka serta tanda baca sinyal dengan menggunakan sinyal dengan menggunakan simbol titik (.) dan garis (-) yang disusun sebagai karakter tertentu.  Penggunaan dan penyampaian sandi morse dapat dilakukan dengan beberapa cara, diantaranya adalah:

  • Menggunakan suara (peluit);
  • Menggunakan simbol;
  • Menggunakan ketukan jari;
  • Menggunakan sinar (dengan sinar lampu);
  • Menggunakan gerak;
  • Menggunakan tulisan;
  • Menggunakan denyut listrik;
  • Menggunakan cermin.

1. Alfabet dalam Sandi Morse

A : .-
B : -…
C : -.-.
D: -..
E : .
F : ..-.
G : –.
H : ….
I : ..
J : .—
K : -.-
L : .-..
M : —
N : -.
O : —
P : .–..
Q : –.-
R : .-.
S : …
T : –
U : ..-
V : …-
W : .–
X : -..-
Y : -.–
Z : –..

2. Tanda Baca dalam Sandi Morse

Titik (. )= .-.-.-

Koma ( , ) = –..–

Titik dua ( : ) = —…

Strip ( – ) = -….-

Garis miring ( / ) = -..-.

3. Angka dalam Sandi Morse

1 = .—
2 = ..—
3 = …–
4 = …–
5 = …..
6 = -….
7 = –…
8 = —..
9 = —-.
0 = —–

5. SANDI SEMAPHORE



Semaphore adalah metode untuk mengirim sinyal atau pesan dengan menggunakan alat-alat sederhana seperti bendera, batang, atau tangan kosong sekalipun. Metode ini dilakukan dengan cara mengulurkan kedua tangan membentuk posisi tertentu sesuai formasi yang sudah ditentukan sebelumnya. Bendera, batang, atau alat lainnya berperan untuk memperjelas arah gerakan tangan ketika menyampaikan pesan.

Semaphore bermanfaat sebagai salah satu cara untuk melakukan komunikasi jarak jauh. Metode ini merupakan salah satu materi yang diajarkan dan wajib dihafalkan oleh seluruh anggota pada kegiatan pramuka. Tujuannya adalah agar anggota pramuka tetap bisa berkomunikasi dari jarak yang jauhmeskipun sedang berkemah di tempat yang susah sinyal, seperti di gunung atau di desa terpencil. Jadi, semua anggota harus hafal supaya nggak bingung kalau ada yang mengirim pesan menggunakan sandi ini.

Semaphore juga sering digunakan untuk kepentingan komunikasi militer. Sama halnya seperti di pramuka, di dunia militer, metode ini juga menjadi pilihan komunikasi jarak jauh ketika para tentara sedang berada di tempat yang susah sinyal.

Bendera semaphore umumnya berwarna merah dan kuning. Warna merah dan kuning digunakan karena kedua warna ini cerah dan kontras, sehingga dapat dilihat dengan jelas dari jarak yang jauh sekalipun. Pada dua ujung bendera, terdapat tali untuk mengikat bendera pada tongkat kayu.

Gerakan Semaphore

Gerakan semaphore terdiri dari 30 formasi yang masing-masing melambangkan huruf, angka, atau isyarat tertentu. Kamu bisa melihatnya pada gambar berikut.