NAMA : REFTIANI WULANDARI. W
NIM :
A1D118081
KELAS : R-003
Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K)
1.
Definisi
P3K
Pertolongan
pertama adalah perawatan yang diberikan segera pada orang yang cedera atau
mendadak sakit. Pertolongan pertama tidak menggantikan perawatan medis yang
tepat. Pertolongan pertama hanya memberi bantuan sementara sampai mendapatkan
perawatan medis yang kompeten. Jika perlu, atau sampai kesempatan pulih tanpa
perawatan medis terpenuhi (Alton Thygerson, 2011). Sedangkan Shinta Margareta
mengatakan (Buku Cerdas P3K: 101 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, 2012),
“pertolongan pertama merupakan tindakan pertama terhadap seseorang yang
mengalami penderitaan atau kecelakaan. Tindakan ini dilakukan sebelum orang
yang mengalami sakit atau derita dibawa ke dokter”. Berdasarkan pendapat diatas
maka dapat disimpulkan bahwa pertolongan pertama pada kecelakaan adalah suatu
bentuk pertolongan sementara terhadap korban yang dilakukan secepat dan setepat
mungkin sebelum mendapatkan pertolongan dari dokter agar korban tidak menjadi
lebih parah.
2. Tujuan P3K
Menurut
Tito Sucipto (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan, 2009), tujuan dari P3K
adalah:
1) Mencegah
bahaya maut
2) Mencegah
pendarahan yang lebih banyak
3) Mencegah
bahaya terhadap jasmani dan rohani
4) Mencegah
infeksi
5) Mengurangi
rasa sakit
6) Mempercepat
penyembuhan
3. Prinsip Dasar P3K
Menurut
Shinta Margareta (Buku Cerdas P3K: 101 Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan,
2012), ada beberapa prinsip yang harus diketahui oleh orang yang menolong korban
kecelakaan apapun, yaitu:
1)
Anda tidak boleh menjadi korban
berikutnya ketika membantu korban. Hal ini bisa terjadi ketika anda kurang
hati-hati dalam menolong orang/korban. Anda perlu memperhatikan keadaan tempat
kejadian disekitarnya.
2)
Pakailah metode atau cara pertolongan
yang cepat, mudah dan efisien. Hindarkan sikap sok pahlawan. Pergunakanlah
sumber daya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila
anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh
seluruh anggota. Buat catatan mengenai peristiwa yang terjadi, misalnya tempat
kejadian, identitas korban, waktu dan apa yang anda lakukan pada saat menolong korban.
Hal ini sangat penting ketika anda membawa korban ke pihak rumah sakit atau
pihak yang berwenang.
a. P3K bagi pasien yang berhenti bernafas
Kalau seseorang tiba-tiba napasnya berhenti, apapun latar belakangnya, harus segera dilakukan nafas buatan. Cara yang paling praktis dan efisien untuk menyelamatkan nyawa orang tersebut adalah dengan jalan : meniupkan nafas ke paru-paru korban. Langkah-langkah pertolongan dengan napas buatan dari mulut ke mulut/hidung sebagai berikut :
- Kepala korban diletakkan dengan posisi dagu mendongak ke atas
- Rahang ditarik sampai mulut terbuka
- Penolong membuka mulut lebar-lebar dan ditempelkan ke mulut korban rapat-rapat dan pencet hidung atau tutup hidung korban dengan pipi, atau dapat juga dengan jalan tutup mulut korban rapat-rapat selanjutnya penolong menempelkan mulutnya ke hidung korban dan meniupnya.
ü Tiup
ke mulut/hidung korban, kepada :
ü Orang
dewasa secara teratur dan kuat ditiupkan 12 kali tiupan pada setiap menit.
ü Anak-anak
ditiupkan 20 kali tiap menit
b. P3K bagi korban Sengatan Listrik
Penolong
hendaknya berdiri di atas karet, karton, papan, atau karpet yang dalam keadaan
kering. Gunakan tongkat kering/papan kering untuk menarik atau mendorong kawat
beraliran listrik yang menempel pada tubuh korban. Setelah kontak dengan aliran
listrik tiada lagi, selanjutnya segera dilakukan nafas buatan sampai bantuan
medis datang
c. P3K bagi pasien yang menderita pendarahan
parah
Luka
hendaknya ditutup kain kasa kompres yang steril, selanjutnya kain kasa kompres
tersebut ditekan kuat-kuat dengan tangan sampai pendarahan berhenti. Untuk
menutup luka biasa juga menggunakan bahan yang bersih lainnya, misalnya kasa
steril, saputangan bersih lainnya,
handuk atau sobekan sprei yang semuanya sudah dicuci dan disetrika. Kalau tidak
tersedia peralatan yang steril, jangan ragu-ragu lagi menggunakan baju kotor
atau tangan telanjang untuk menekan bagian yang luka agar darah tidak terus
menerus mengucur karena kehilangan darah dari tubuh korban lebih berbahaya
daripada resiko infeksi.
Luka
yang sudah berdarah tidak boleh dibersihkan karena pendarahan akan membersihkan
luka itu sendiri, yang boleh dibersihkan adalah kulit di sekitar luka, dengan
air sabun atau air ledeng biasa atau air yang sudah dimasak. Pada semua kasus
pendarahan serius, penderita selalu diancam shok, untuk itu diselimuti dan letakkan
penderita pada posisi yang paling menyenangkan dan semua yang mengikat pada
tubuh harus dilepaskan termasuk ikat pinggang.
d. Pertolongan Pertama Mengurangi Shok
Setiap
kecelakaan, kebakaran, keracunan yang parah, sering kali disertai dengan shok
baik ringan atau parah, bahkan sampai fatal, karena shok merupakan reaksi tubuh
yang ditandai oleh melambatnya atau terhentinya peredaran darah dan berakibat
penurunan persediaan darah pada organ-organ penting.
Tanda-tanda Shok
ü 1. Denyut
nadi cepat tapi lemah
ü 2. Merasa
lemas
ü 3. Muka
pucat
ü 4. Kulit
dingin, kerinagt dingin di kening dan telapak tangan, kadang-kadang pasien
menggigil
ü 5. Merasa
haus
ü 6. Merasa
mual
ü 7. Nafas
tidak teratur
ü 8. Tekanan
darah sangat rendah
ü Pertolongan
Pertama Mengurangi Shok antara lain dilakukan dengan cara :
ü - Menghentikan
pendarahan
ü - Meniadakan
hambatan-hambatan pada saluran nafas
ü - Memberi
nafas buatan
ü - Menyelimuti
dan meletakkan penderita pada posisi yang paling menyenangkan
Langkah
– langkah Pelaksanaan Pertolongan Pertama Mengurangi Shok :
1. 1. Baringan korban dengan posisi kepala
sama datar atau lebih rendah dari tubuh, dengan tujuan untuk menambah aliran
darah ke jantung dan otak. Bila kaki tidak patah, tungkai dapat ditinggikan
30-45 cm di atas posisi kepala.
2. 2. Selimuti pasien dan hindarkan dari
lantai serta udara dingin
3. 3. Usahakan pasien tidak melihat lukanya
Pasien/penderita
yang sadar, tidak muntha dan tidak mengalami luka di perut, dapat diberi
larutan shok yang terdiri dari :
1.
1 sendok teh garam dapur
2.
½ sendok teh tepung soda kue
3.
4-5 gelas air
4.
dan bisa juga ditambah air kelapa/kopi
kental/teh
5.
perlakukan pasien dengan lemah lembut,
sebab rasa nyeri akibat penanganan yang kasar bisa menjerumuskan korban pada
shok yang lebih parah.
6.
Cepat-cepat panggil dokter
e. P3K patah tulang
Tanda-tanda
patah tulang
ü 1. Penderita
tidak dapat menggerakkan bagian yang luka
ü 2. Bentuk
bagian yang terkena tampak tidak normal
ü 3. Ada
rasa nyeri kalau digerakkan
ü 4. Kulit
tidak terasa kalau disentuh
ü 5. Pembengkakkan
dan warna biru di sekitar kulit yang luka
ü 6. Pedoman
umum pertolongan pertama terhadap patah tulang
ü Pada
umumnya patah tulang tidak pernah sebagai kasus darurat yang membutuhkan
pertolongan segera, kecuali demi penyelamatan jiwa korban. Sebaiknya jangan
menggerakkan atau mengganggu penderita, tunggu saja sampai dokter atau ambulans
datang.
ü Kalau
korban harus dipindahkan dari tempat yang membahayakan, pindahkan korban dengan
cara menarik tungkai atau ketiaknya, sedang tarikannya harus searah dengan
sumbu panjang badan
Kemudian
lakukan memeriksa apakah ada luka-luka lainnya :
Ø hentikan
pendarahan serius yang terjadi
Ø usahakan
korban terhindar dari hambatan pernapasan
Ø upayakan
lalu lintas udara tetap lancer
Ø jika
diperlukan buatlah nafas buatan
Ø jangan
meletakkan bantal di bawah kepala, tapi letakkanlah di kiri kanan kepala untuk
menjaga agar leher tidak bergerak
Ø Kalau
bantuan medis terlambat, sedang penderita harus diangkat, jangan mencoba
memperbaiki letak tulang.
Ø Pasanglah
selalu pembelat (bidai) sebelum menggerakkan atau mengangkat penderita.
Macam-macam
patah tulang dan pertolongan pertamanya
·
Patah lengan bawah Pergelangan Tangan
·
Letakkan perlahan-lahan lengan bawah
tersebut ke dada hingga lengan membentuk sudut 90 derajat dengan lengan atas,
sedang telapak tangan rata di dada
·
Siapkan 2 pembelat ( bidai ) yang
dilengkapi dengan kain pengempuk, satu untuk membelat bagian dalam, sedang yang
lain untuk membelat bagian luar
·
Usahakan pembelat merentang dari siku
sampai ke punggung jemari
·
Aturlah gendongan tangan ke leher
sedemikian rupa sehingga ketinggian ujung-ujung jari hanya 7,5-10 cm dari siku
·
Patah Tulang lengan Atas (siku ke bahu)
·
Letakkan tangan perlahan-lahan ke
samping tubuh dalam posisi sealamiah mungkin
·
Letakkan lengan bawah di dada dengan
telapak tangan menempel perut
·
Pasang satu pembelat (bidai) yang sudah
berlapis bahan empuk di sebelah luar lengan dan ikatlah dengan 2 carik kain di
atas dan di bawah bagian yang patah
·
Buatlah gendongan ke leher, tempelkan ke
lengan atas yang patah ke tubuh dengan handuk atau kain yang melingkari dada
dan belatan (bidai)
·
Patah Tulang Lengan Bawah
·
Letakkan pembelat (bidai) berlapis di
bawah telapak tangan, dari dekat siku sampai lewat ujung jemari.
·
Patah Tulang di paha
·
Patah tulang di paha sangat berbahaya,
tanggulangi shok dulu dan segera panggil dokter
·
Luruskan tungkai dan tarik ke posisi
normal
·
Siapkan 7 pembalut panjang dan lebar
·
Gunakan 2 pembelat papan lebar 10-15 cm
yang dilapisi dengan kain empuk
·
Panjang pembelat untuk bagian luar harus
merentang dari ketiak sampai lutut, sedangkan pembelat untuk bagian dalam
sepanjang dari pangkal paha sampai ke lutut.
f. Pembalut dan Pembalutan
Macam-macam pembalut :
1. - Pembalut kasa gulung
2. - Pembalut kasa perekat
3. - Pembalut penekan
4. - Kasa penekan steril (beraneka ukuran)
5. - Gulungan kapas
6. - Pembalut segi tiga (mitella)
7. - Pembalutan
8. - Pembalutan segitiga pada kepala, kening
9. - Pembalutan segitiga untuk ujung tangan
atau kaki
10 - Pembungkus segitiga untuk membuat
gendungan tangan
11 - Membalut telapak tangan dengan pembalut
dasi
12 - Pembalutan spiral pada tangan
13 - Pembalutan dengan perban membentuk angka
8 ke tangan atau pergelangan tangan yang cidera.
14 - Budaya Hidup Sehat
Dalam
kehidupan sehari-hari pramuka hendaknya memiliki budaya hidup sehat, dengan
jalan mendidik agar mereka dibiasakan untuk :
· Selalu menjaga kebersihan badan,
misalnya pemeliharaan kuku, tangan, kaki, pentingnya mandi, pemeliharaan gigi,
dsb.
· Menjaga dan menciptakan kesegaran
jasmani dan kesehatan badan, dengan jalan : secara rutin melaksanakan senam
pagi, jogging, melatih pernapasan, minum air putih, dsb.
· Menjaga ketahan tubuh, ketrampilan dan
ketangkasan jasmani dengan berolahraga, mendaki gunung, berenang, terbang
laying, dsb.
·
Menjaga kebesihan makanan dan minuman,
serta meningkatkan pengetahuan tentang gizi.
·
Selalu menciptakan kebersihan rumah dan
peralatannya, kebersihan perkemahan pada saat berkemah
·
Memahami berbagai macam penyakit dan penanggulangannya.










